Sepertinya tak ada yang luarbiasa pada peringatan hari pahlawan pagi itu 10/11/07 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang. Wakil Dubes RI untuk Jepang, Ronny P Yuliantoro yang bertindak selaku inspektur upacara membacakan amanat Mensos seperti biasanya. Akan tetapi Ronny menutup kesempatan pidatonyakala itu dengan kisah kepahlawanan seorang WNI bernama Endang Aripin yang tewas tenggelam di pantai Pulau Kyuushu. “Kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan telah ditunjukkan oleh Endang Aripin, seorang pekerja magang Indonesia yang tewas di pantai hanya untuk menolong orang Jepang yang hampir mati tenggelam”, ungkap Ronny, seperti dikutip dari Antara.

Endang Aripin

Endang Aripin

Endang adalah seorang pemuda asal Desa Ender , Cirebon, Jawa Barat yang pada 2005 merantau ke Jepang sebagai pekerja magang. Pada 12/8/07 Endang yang tengah berada di pantai mendapati dua orang siswi SMP Jepang yang terseret ombak ganas. Tanpa pikir panjang lagi, Endang nekat menceburkan diri ke tengah laut untuk menolong kedua siswi tersebut. Akhirnya dua orang siswi itu dapat terhindar dari maut, akan tetapi naas bagi Endang yang belakangan diketahui bahwa ia tak pandai berenang karena jasadnya baru ditemukan dua hari kemudian. Atas tindakan kepahlawanannya itu pemerintah Jepang yang diwakili oleh Perdana Menterinya memberikan sebuah penghargaan kepada keluarga Endang. Bahkan sebuah film dokumenter garapan sutradara Takahiro Murasawa berjudul Mas Endang (2008) dibuat khusus untuk mengenang Endang Aripin. Kisah Endang juga sempat diangkat dalam salahsatu episode acara Kick Andy 24/7/09 di MetroTV. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)