Ulat Sutera

Ulat Sutera

Berbekal semangat “one passenger one tree“, setiap tiket penerbangan Garuda Indonesia rute Jepang akan disisihkan 1000 yen atau sekitar Rp 58.000 dari harga tiket resmi mulai pertengahan 2008. Jumlah sebesar itu dialokasikan untuk dana penghijauan bagi kelestarian ekosistem ulat sutera liar di Indonesia. Penghijauan mengambil tempat pada lahan milik Kraton Jogjakarta di daerah Karang Tengah, Imogiri, Bantul. Program ini berawal dari peran aktif Prof Hiromu Akai sebagai Ketua Perkumpulan Sutera Liar Dunia yang berhasil meyakinkan pihak Keraton bahwa ulat sutera liar yang ada di daerahnya amatlah berharga. Prof Hiromu sebelumnya sangat terkejut ketika masyarakat Karang Tengah menganggap ulat tersebut sebagai hama dan berusaha untuk memusnahkannya, padahal itu adalah ulat sutera jenis Cricula Triphenestrata yang tergolong langka. Prof Hiromu juga menambahkan bahwa Cricula adalah satu-satunya species yang menghasilkan benang sutera berwarna emas. Dengan program Garuda Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat, bidang pariwisata, dan tentunya ekspor sutra ke Jepang.