Luna Grup

Luna Grup

Barangkali di muka bumi ini tak ada yang lebih kreatif dari orang Sunda ketika mereka berhasil menyulap rumpun bambu menjadi sebuah alat musik berirama indah bernama angklung. Bagaimana tidak, ketika imajinasi seluruh umat manusia terkesan terpenjara dengan hanya mampu mengubah bambu menjadi alat musik tiup dan pukul, leluhur bangsa Indonesia tampil beda dengan sebuah alat musik getar dari bahan yang sama. Keistimewaan inilah yang kemudian membawa sekelompok warga Jepang untuk membentuk grup musik angklung bernama Luna Grup (2004). Menurut Yasuko Isogane, ketua Luna Grup, perkembangan grup mereka semakin pesat ketika putranya Shunichi Isogane yang juga seorang penggubah musik di Jepang ikut memberikan bimbingan kepada para anggota kelompok. “Kami sudah lama ingin mengadakan pameran musik angklung antara Jepang dan Indonesia, acara ini dapat menjadi media untuk saling belajar”, ucap Shunichi Isogane pada suatu kesempatan. Pada konser Luna Grup di Auditorium PPH Usmar Ismail Kuningan Jakarta (7/3/09), mereka bahkan membukanya dengan memainkan lagu kebangsaan Jepang (Kimigayo) dan Indonesia (Indonesia Raya), saat itu para hadirin berdiri dan riuh rendah tepuk tangan membahana di akhir permainan. Mimpi besar Shunichi berikutnya adalah menampilkan konser angklung di panggung ternama di negerinya yaitu Nipponbudokan Tokyo, Jepang. Stasiun televisi Indonesia, MetroTV, juga pernah menyorot aktivitas Luna Grup dengan mengundang Yasuko Isogane pada segmen dialog bertema “Japan Talks” pada 28/4/09. Peran Luna Grup diharapkan dapat semakin mempromosikan angklung sebagai warisan budaya milik Indonesia ke luarnegeri yang beberapa waktu lalu sempat menuai kontroversi akibat klaim Malaysia.

(oryzaaditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)