Warga Indonesia di Ikeshima

Warga Indonesia di Ikeshima

Ketika warga Indonesia di tanah air tengah sibuk menyambut hari raya Idul Fitri 1430 H dengan gegap gempita, sekelompok warga Indonesia yang berada di Ikeshima, Jepang, juga serasa tak mau kalah dengan saudara-saudara mereka yang lain. WNI di pulau Ikeshima setidaknya berjumlah empat kepala keluarga atau sekitar 16 orang yang beberapa diantaranya telah menetap di pulau itu selama 8 tahun. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai penerjemah di JCOAL, sebuah perusahaan konsorsium dalam bidang pertambangan batu bara di bawah Kementerian Energi Jepang (METI). Hari Idul Fitri warga Indonesia di Jepang sama seperti halnya pemerintah Indonesia yang menetapkan 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Minggu 20/9/09. Sebelum hari-H beberapa kepala keluarga di Ikeshima melakukan kesepakatan mengenai acara yang akan mereka selenggarakan untuk menyambut hari yang istimewa tersebut. Tahun ini ibadah Shalat Ied warga Indonesia di Ikeshima yang berjumlah kurang dari 20 orang itu digelar di sebuah lapangan olahraga pada salah satu sudut pulau yang luasnya tak lebih dari tiga kilometer persegi tersebut. Mereka memutuskan tidak merayakan Idul Fitri di kota terdekat yaitu Nagasaki karena jarak Ikeshima menuju kota itu mencapai dua jam perjalanan. “Kami hanya bisa mengingat kampung halaman di malam hari raya. Sedih juga rasanya. Kami tetap merayakan hari raya sendiri karena tidak mungkin kami ke Nagasaki”, kata Djambar Wardana seorang utusan pelajar dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sebagaimana dikutip dari Antara. Para warga Indonesia di kota-kota besar Jepang yang lain juga memiliki agenda tersendiri dalam Idul Fitri tahun ini. Misal aktivitas Shalat Ied para warga muslim Indonesia di Tokyo yang kali ini dipusatkan di Sekolah Indonesia-Tokyo. Pada kesempatan ini redaksi SaudaraTua juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin kepada seluruh pembaca.

(oryzaaditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)