Propinsi Papua Barat

Propinsi Papua Barat

Bukan politikus namanya jika tak banyak tingkah. Sepertinya bangsa Indonesia harus kerap bersabar kala menghadapi segala tingkah anggota parlemen mereka. Terlihat pada 9/9/09, rakyat Papua dipaksa mengelus dada mereka dalam-dalam ketika 39 orang anggota DPRD Papua Barat nekat melakukan kunjungan kerja ke Jepang dengan masa bakti mereka yang hanya tinggal dua minggu saja. Namun bak pepatah “anjing menggongong kafilah berlalu”, mereka tetap berangkat meski tak mendapat restu dari Departemen Dalam Negeri Indonesia dan Gubernur Papua Barat, Abraham O Taruri. “Masa bakti tinggal dua minggu lagi, jadi mereka pergi ke Jepang sudah tidak penting. Mestinya mereka mempersiapkan masa purna bakti. Jadi saya sebagai Gubernur tentu sangat menyayangkan kepergian mereka”, terang Abraham sebagaimana dikutip dari VivaNews. Rombongan DPRD Papua Barat tersebut berdalih bahwa kunjungan kerja ke Negeri Sakura yang menelan dana APBD hingga Rp 3,7 milyar tersebut bertujuan untuk mencari investor dan promosi Papua Barat. Yosef Yohan Auri, salah seorang anggota DPRD yang menolak untuk ikut kunjungan kerja tersebut menilai tindakan rekan-rekannya sangat tidak tepat. “Jangan sampai ada kesan aji mumpung, masa pergi cari investor di akhir masa bakti?”, ujar beliau. Alangkah baiknya jika anggota DPRD Papua Barat periode mendatang lebih bijak dan efektif dalam menggunakan anggaran daerah mereka, mengingat wilayah Papua hingga kini dinilai masih tertinggal dibandingkan daerah Indonesia yang lain. Semoga. (st)

(oryzaaditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)