Kayu Jati PutihDari beberapa jenis kayu jati yang tumbuh di kepulauan Nusantara, kawasan Sulawesi Tenggara memiliki jenis kayu jati putih (gemelina arborea) yang beberapa tahun lalu sempat diekspor ke Jepang. Di Negeri Sakura kayu jati putih umumnya digunakan sebagai bahan baku perabot rumah tangga dan cindera mata yang bernilai jual tinggi. Kayu jati putih memiliki warna dan serat yang setelah diolah akan tampak begitu indah. Beberapa pengusaha Jepang bahkan ada yang menggunakan jenis kayu ini untuk bahan langit-langit rumah, hotel, dan restoran mewah. “Dari segi kualitas kayu itu masuk dalam kategori sebagai kayu jati kelas bawah, namun karena proses pengolahannya menggunakan teknologi maju, sehingga harga jual di pasaran tetap bersaing dengan produk kayu kualitas tinggi”, ujar Ilham Tahir salah seorang pengusaha eksportir kayu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun Ilham juga berujar bahwa era emas penjualan kayu jati putih Sulawesi Tenggara ke Jepang hanya terjadi pada tahun 1998 sampai 2002 saja. Kegiatan ekspor tersebut terhenti karena ketersediaan bahan baku yang terbatas. Kini setelah hampir satu dasawarsa berlalu, Ilham berniat untuk menghidupkan kembali kegiatan ekspor ke Jepang karena pada Oktober 2009 ini luas lahan jati putih milik petani yang telah siap diproduksi mencapai ribuan hektar. “Kalau dulu harga kayu jati putih di era tahun 2000-an hanya berkisar antara Rp 5 juta per ha, dengan permintaan pasar mancanegara saat ini bisa mencapai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta per ha, tergantung diameter besarnya kayu”, tambah Ilham sebagaimana dikutip dari Antara. Dengan besarnya potensi ekspor komoditas ini, hendaknya para pengusaha kayu mentah dapat menjalin kerjasama dengan industri kerajinan pengolahan kayu sehingga keuntungan ekspor dapat lebih dioptimalkan lagi. (st)

(oryzaaditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)