Piala Asia U-19

Piala Asia U-19

Angka 7 memiliki makna tersendiri dalam sebuah tim sepakbola. Beberapa pemain besar tampil memukau dengan balutan angka 7 di kostumnya, diantara mereka adalah: David Beckham, Andrei Shevchenko, dan Christiano Ronaldo. Namun angka 7 nampak bagai cerminan neraka ketika Tim Nasional U-19 (Timnas) Indonesia bersua Timnas U-19 Jepang di laga ke-2 Kualifikasi Piala Asia U-19 (9/11/09). Pada partai itu Timnas U-19 yang telah dua tahun berguru di Uruguay dicukur habis tujuh gol tanpa balas oleh pasukan samurai. Jepang mencetak skor lewat Takagi Toshiyuki (3’, 52’, dan 56’), Nagai Ryo (10’, dan 70’), Kato Masaru (40’), dan Takahashi Shohei (54’). Alasan memang datang dengan mudah ketika diketahui bahwa para pemain Timnas U-19 Indonesia memiliki rata-rata usia yang lebih muda dari tim lain, yaitu 17 tahun. Namun pelatih Cesar Payovich memiliki alasan tersendiri atas skor memalukan ini, “Sayalah yang bertanggungjawab atas kekalahan dari Jepang ini. Tim lawan memang sangat excellent. Tapi tolong jangan menyalahkan pemain. Mereka masih dalam proses menjadi pemain yang bagus di masa datang”, ujarnya, sebagaimana dilaporkan Detik dari situs resmi PSSI. Akan tetapi pasca kekalahan besar ini Timnas U-19 mampu bangkit dengan melibas seluruh lawannya dan hanya sekali menuai hasil seri ketika berjumpa Australia. Meski tetap tak mampu lolos ke putaran final Piala Asia U-19, publik Indonesia tetap berharap agar kekalahan 0-7 dari Jepang tersebut menjadi titik balik kebangkitan tim U-19 hingga mereka nanti menggantikan posisi para seniornya. (st)

(oryzaaditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)