Telkom Indonesia

Telkom Indonesia

Japan Bank for International Cooperation (JBIC) memang telah berberan banyak dalam aneka proyek pembangunan di Indonesia. Peranan mereka itu pada umumnya dalam bidang kerjasama antar pemerintah atau yang biasa disebut governmet to government. Namun pada 26/3/10, JBIC mengambil langkah baru dengan mengadakan perjanjian bantuan dana sebesar 60 juta USD, langsung kepada salah satu perusahaan korporat di Indonesia, yaitu PT Telkom. Prosesi penandatanganan perjanjian kerjasama yang mengambil tempat di gedung Telkom Bandung ini, dilakukan oleh Ryuichi Kaga sebagai Resident Executive Officer for Asia and Oceania dari JBIC, dan Sudiro Asno sebagai Direktur Keuangan Telkom. Acara itu juga turut dihadiri oleh Rinaldi Firmansyah sebagai Direktur Utama Telkom, dan Tantri Abeng yang berdiri sebagai Komisaris Utama Telkom. Menurut Rinaldi, kebijakan yang diambil oleh JBIC ini menandakan bahwa mereka telah memiliki kepercayaan penuh kepada Telkom. “Biasanya JBIC memberikan pinjaman antar pemerintah, government to government. Tapi kali ini mereka meminjamkan ke korporat, ini suatu hal yang luar biasa”, tambah Rinaldi, sebagaimana dikutip dari VivaNews. Pinjaman dari JBIC ini rencananya akan digunakan untuk menambah pembiayaan proyek pembangunan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang membutuhkan dana keseluruhan mencapai 115 juta USD. Jaringan kabel optik bawah laut ini sendiri akan menghubungkan Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar, dan Mataram. Proyek SKKL milik Telkom itu merupakan backbone system komunikasi kabel bawah laut dengan panjang mencapai 2.600 km dengan kapasitas 320 Gbps. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas telekomunikasi antar pulau di Indonesia, hingga pengiriman segala jenis data elektronik dapat berjalan dengan lancar. (st)   

( oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com )