Ikan Tuna

Ikan Tuna

Dalam rangka mewujudkan ambisi Indonesia sebagai penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar di dunia pada 2015 kelak, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Fadel Muhammad melalui departemennya terus bernegosiasi untuk menurunkan tarif bea masuk komoditas ikan tuna ke Jepang. Fadel ingin penurunan tarif sebesar 3,5% untuk tuna segar, dan 9,5% untuk tuna kaleng. Kedudukan Jepang sebagai tujuan ekspor komoditas perikanan dari Indonesia memang tergolong sangat besar. Total nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2009 adalah 2,4 milyar USD, sedangkan 25% nya atau 611 juta USD berasal dari hasil ekspor ke Jepang. Sedangkan untuk komoditas ikan tuna, Jepang bahkan telah menjadi tujuan lebih dari 50% seluruh ekspor tuna Indonesia di dunia. “Khusus ekspor tuna, tahun 2009 mencapai 243 juta USD, sekitar 128 juta USD dari angka itu diperoleh dari ekspor tuna ke Jepang”, jelas Fadel dalam siaran persnya pada 4/3/10, sebagaimana dikutip dari Detik. Pada kesempatan itu Fadel juga menambahkan tentang keberadaan Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus di Sumatera Barat, yang telah mampu melaksanakan ekspor tuna ke Jepang dengan cukup baik. Sebagai sebuah pelabuhan, Bungus memiliki nilai lebih tersendiri karena terletak tidak jauh dari lokasi penangkapan ikan tuna. Di samping itu, pelabuhan Bungus juga telah bekerjasama dengan salah satu maskapai penerbangan yaitu Cardig Air untuk mengirimkan komoditas tuna mereka hingga ketika sampai di daerah tujuan ekspor masih tetap dalam keadaan segar. Hingga kini pelabuhan Bungus rata-rata dapat memasok ikan tuna segar ke Jepang dengan jumlah 3 ton/hari, sebagai upaya untuk mengincar pasar tunggal sashimi di negeri itu. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)