Alumunium Ingot

Alumunium Ingot

Sebagai sebuah negara yang memiliki kekayaan alam tak terkira, Indonesia kerap kali melakukan kerjasama industri pengolahan pertambangan dengan berbagai negara lain, tak terkecuali juga dengan Jepang. Pada Januari 1982, PT Inalum sebuah perusahaan patungan Indonesia-Jepang mulai beroperasi untuk memproduksi alumunium ingot (batangan). Genap sembilan bulan kemudian yaitu pada 14/10/82, Inalum sukses melakukan ekspor perdana mereka. Di siang hari yang gerimis itu, dengan disaksikan ratusan pengunjung yang rela berhujan-hujanan, Kapal Ocean Prima perlahan tapi pasti meninggalkan Pelabuhan Kuala Tanjung Asahan Sumatera Utara dengan mengangkut alumunium ingot produksi pertama PT Inalum. Kapal milik PT Samudera Indonesia yang berbobot 16.000 ton tersebut memuat 8.000 ton alumunium menuju negara tujuan ekspor perdana mereka, yaitu Negeri Sakura. Pengiriman ini adalah tahap pertama, karena keseluruhan jumlah pemesanan alumunium oleh Jepang adalah 16.000 ton dengan nilai kontrak mencapai US$ 12 juta. Meskipun PT Inalum berdiri di Indonesia, namun kepemilikan saham perusahaan ini 75 persen dipunyai oleh Jepang, sedangkan pemerintah Indonesia memegang 25 persen sisanya. Namun terlepas dari itu semua, sebagaimana dikutip dari Tempo, kesuksesan ekspor perdana PT Inalum mendapat perhatian yang tinggi dari kalangan luarnegeri, karena di tengah ekonomi dunia yang lesu pada masa itu Indonesia mampu menyelesaikan sebuah proyek besar dengan tepat waktu. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)