Mio Nishioka (dok.Kompas)

Mio Nishioka (dok.Kompas)

Mio Nishioka (20), seorang mahasiswi asal Jepang dari Jurusan Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, sukses menyihir para penonton lewat tarian Jawa-nya yang sungguh memukau. Gemulai gerak Nishioka seperti telah menyatu dengan alunan gending gamelan yang mengiringinya membawakan tari tradisional Jawa bernama Golek Ayon-ayon, pada sebuah pentas seni di Padepokan Cokrowarsitan Yogyakarta (31/10/08). Lewat tari yang menceritakan tentang seorang perempuan yang tengah mengasuh bayi ini, semua mata pengunjung seakan dibuat tak berkedip menikmati rangkaian gerak lembut Nishioka lengkap dengan mahkota bulu di kepalanya yang terkesan mengangguk-angguk ringan. “Bagi saya, tari Jawa lebih dari indah. Di baliknya terkandung makna kehidupan yang dalam,” terang Nishioka sesaat sebelum pentas, sebagaimana dikutip dari Kompas. Nishioka yang mengaku mulai serius menekuni tari Jawa sejak 2005 ini, sebenarnya telah mengenal tari Jawa sejak masih di Jepang. Ia bahkan tergabung dalam kelompok seni tradisional Jawa Margasari, yang beranggotakan dan didirikan oleh orang-orang Jepang. Gadis Osaka dengan tinggi tak lebih dari 160 cm ini juga menambahkan bahwa tari Jawa dapat dibawakan dengan baik oleh siapapun, tanpa harus terkendala oleh postur tubuh. “Keindahan tari Jawa tidak tergantung kondisi fisik penarinya. Setiap perempuan tampak anggun dan agung saat menari Jawa,” tambah Nishioka. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)