Tim SAR Jepang

Tim SAR Jepang

Ada catatan istimewa dari tim SAR Jepang pada gempa Padang 30/09/09, dan tim evakuasi yang diturunkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dalam peristiwa gempa bumi dan tsunami dahyat yang menghajar Jepang pada 11/03/11.

Hari terakhir di bulan September 2009 mungkin takkan pernah lepas dari memori masyarakat Padang, Sumatera Barat. Ketika itu gempa 7.6 SR secara tiba-tiba menyambangi masyarakat Minang yang selama ini telah lama hidup dalam damai. Selain menghancur-leburkan kota Padang, gempa ini juga merenggut ribuan korban jiwa. Menanggapi hal ini, tak sampai 24 jam pasca bencana, pemerintah Jepang lewat petunjuk langsung PM Hatoyama, bertindak cepat dengan segera mengirim Tim Bantuan Darurat Internasional dari Jepang. Hingga jadilah tim SAR Jepang ini sebagai tim asing pertama yang hadir di Padang pasca gempa.

Catatan serupa ternyata juga ditorehkan oleh tim evakuasi dari KBRI Tokyo yang dipimpin oleh Mayor Zaenal pasca gempa dan tsunami Jepang 11/03/11. Tim evakuasi pimpinan Mayor Zaenal adalah tim evakuasi pertama yang berhasil menembus kota Sendai serta mendirikan posko evakuasi di sana. Sebagaimana diketahui, Sendai yang juga adalah ibukota prefektur Miyagi merupakan kota yang paling parah terkena dampak gempa dan tsunami. Menurut keterangan, tim evakuasi bertolak dari KBRI Tokyo menuju Sendai hanya sembilan jam pasca bencana. Meski pun melewati banyak rintangan di tengah perjalanan, seperti tanah longsor, jalan rusak, penutupan jalan, dan lain-lain, toh pada akhirnya tim evakuasi ini berhasil juga memasuki kota Sendai. “Setelah menempuh perjalanan selama 18 jam, tim evakuasi KBRI Tokyo yang dipimpin oleh Mayor Zaenal akhirnya tiba di Sendai meski menemui sejumlah rintangan di beberapa wilayah yang terkena gempa”, kata Dwatmaji Hanomanresi, Counsellor Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Tokyo, sebagaimana dikutip dari Antara. Baliau juga menerangkan bahwa tim KBRI ini adalah tim evakuasi pertama yang berhasil menembus Sendai. Bahkan beberapa kedutaan asing juga telah menyampaikan permintaan advice kepada KBRI tentang berbagai langkah yang musti diambil untuk mengevakuasi warga mereka, terutama tentang bagaimana cara tim evakuasi Indonesia dapat sampai di Sendai. Hal itulah yang kemudian menjadikan KBRI Tokyo sebagai leading group evakuasi warga ASEAN di Sendai. Setelah KBRI mampu memetakan jalur evakuasi lewat data yang didapat dari tim pertama, berikutnya akan diberangkatkan tim evakuasi kedua dengan membawa logistik yang lebih lengkap dari sebelumnya. Dalam rombongan kedua ini juga turut serta tim evakuasi dari kedutaan negara lain, seperti Thailand, Filipina, dan Brunei. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)