Kojiro Shiojiri

Kojiro Shiojiri

Bencana gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Jepang pada 11/3/11 serentak memantik semangat kesetiakawanan global untuk bersama-sama membantu Jepang melewati masa-masa sulit. Indonesia sebagai salah satu negara sahabat terdekat Jepang pun turut andil dengan bermacam bantuannya. Berikut adalah ucapan terima kasih Dubes Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri, serta Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, terhadap aliran bantuan internasional kepada Jepang, sebagaimana dirilis oleh situs resmi Kedutaan Jepang.

Terima Kasih Indonesia
Saya ucapkan terima kasih dari hati yang tulus, pertama kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Budiono dan seluruh masyarakat Indonesia, atas dukungan, perhatian dan pernyataan belasungkawa yang diberikan atas terjadinya bencana dahsyat di Jepang beberapa waktu yang lalu.
Gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang kali ini berskala melebihi perkiraan dari yang pernah terjadi selama ini, sehingga menimbulkan korban dan kerusakan hebat yang berpusat di wilayah Tohoku, dengan korban luka-luka, meninggal dunia dan hilang mencapai puluhan ribu.
Saya memahami kekhawatiran semua pihak sehubungan masalah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Pemberitaan tentang meluasnya jangkauan wilayah kebocoran radiasi dan berdampak langsung pada kesehatan dan lingkungan muncul, namun sampai hari ini 18 Maret, kenyataan itu tidak ada. Pada saat ini, pemerintah bersatu dengan pihak swasta, mengerahkan segenap kemampuan untuk menjamin keamanan PLTN. Pemerintah Jepang memerintahkan warga yang berada di radius 20 km dari PLTN Fukushima untuk mengungsi, dan warga yang berada di radius 20-30 km untuk tinggal di dalam rumah demi keselamatan mereka. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan dengan adanya pertimbangan ahli termasuk kondisi iklim di wilayah-wilayah tersebut. Selain itu, telah diputuskan untuk menerima tenaga ahli dari Badan Atom Internasional (IAEA, International Atomic Energy Agency) dan lain-lain, serta melakukan kerja sama internasional.
Jepang telah menerima pesan kuat dari pemerintah Indonesia yaitu keinginan untuk yang paling pertama mengirimkan tim penyelamat ke Jepang, dalam keadaan yang sulit dipahami. Pada hari ini, 18 Maret, tim penyelamat Indonesia telah tiba di Jepang. Bahkan pemerintah Jepang menerima tawaran dana kemanusiaan yang besar jumlahnya dan bantuan 10,000 lembar selimut dari pemerintah Indonesia. Saya ucapkan terima kasih dari hati saya yang paling dalam kepada masyarakat Indonesia.
Selama seminggu ini, Jepang bersama dengan Indonesia menyelenggarakan ARF Direx yaitu latihan penanganan bencana wilayah ASEAN di Manado. Jepang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ketua penyelenggara dengan Indonesia. Selain itu, MPA 1st Steering Committee juga telah diselenggarakan sesuai rencana pada 17 Maret dengan partisipasi pihak pemerintah dan penanggung jawab di bidang perekonomian dari kedua negara. Dalam kondisi apa pun, Jepang menjalankan tugas tanggung jawabnya. Dalam kondisi apa pun, Jepang memenuhi janjinya.
Indonesia telah berhasil mengatasi banyak bencana termasuk gempa dan tsunami di Aceh pada tahun 2004. Jepang akan bangkit dengan menjadikan Indonesia sebagai contoh. Seperti Indonesia yang berhasil mengatasi kesulitan tersebut, Jepang pun akan mengatasi hal ini, bahkan kami percaya akan mampu mengatasinya. Ungkapan perhatian yang telah kami terima selama ini akan menjadi sumber semangat kekuatan kami, sehingga membuat kami lebih berusaha lagi. Jepang pasti akan menunjukkan kemampuan untuk bangkit dan pulih kembali.
Terima kasih, Indonesia
Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia
Kojiro Shiojiri


Terima Kasih atas Kizuna (Ikatan Persahabatan)
Satu bulan telah berlalu sejak bencana gempa dahsyat yang belum pernah Jepang hadapi sepanjang sejarah, dan menelan banyak korban jiwa. Bahkan pada saat ini 150.000 orang lebih dengan terpaksa masih harus menjalani kehidupan di pengungsian.
Di wilayah yang tersapu semua oleh tsunami setelah gempa, tidak ada air, listrik, dan bahan makanan, bahkan mereka yang bertahan tidak dapat melakukan kontak dengan dunia luar. Pada saat yang sangat menyedihkan seperti itu, semua pihak dari seluruh dunia berdatangan membawa harapan dan memberikan kekuatan.
Setiap selimut dan setiap mangkuk sup telah memberikan kehangatan dan kekuatan bagi hati dan badan yang kedinginan dan keehilangan segalanya. Tim SAR dengan berani mencari mereka yang mesih bertahan di kota yang telah menjadi tumpukan reruntuhan, sementara tim medis bekerja dengan tiada lelah merawat mereka yang terluka.
Saat ini pun, kami terus menerima dukungan semangat dan doa yang tak terhingga dari rakyat di seluruh dunia. Kami sangat mengapresiasi kizuna, ikatan persahabatan yang telah ditunjukkan oleh semua sahabat di seluruh dunia, dan saya ingin mengucapkan terima kasih dari hati yang tulus kapa setiap negara, setiap kawasan, dan Anda.
Tahap rehabilitasi sudah dimulai dan kami terus mengerahkan segenap tenaga dan upaya bagi proses stabilisasi kondisi di PLTN Fukushima Daiichi.
Dengan kekuatan kami dari dalam dan bantuan dari masyarakat internasional, Jepang akan pulih dan bangkit kembali menjadi lebih kuat. Kami akan membalas segala kebaikan dari Anda semua di seluruh dunia.
Untuk itulah kami sekarang bersatu padu mengerahkan segala kekuatan untuk membangun kembali negara.
Perasaan terima kasih yang dalam kepada Anda sekalian tumbuh menjadi harapan. Kami, masyarakat Jepang, sekali lagi menyampaikan ucapan terima kasih dari hati kami yang paling dalam kepada Anda semua.
Perdana Menteri Jepang
Naoto Kan