Lisa Halim

Lisa Halim

Nama Lisa Halim mungkin belum terlalu akrab di telinga para pecinta musik Jepang (J-Pop) di Indonesia. Publik Indonesia boleh saja masih menganggapnya kalah tenar ketimbang Utada Hikaru, Ayumi Hamasaki, L’Arc en Ciel, Van Tomiko, maupun Yui Yoshioka, tapi siapa sangka jika Lisa Halim ternyata adalah musisi sekaligus artis J-Pop yang terpilih menjadi ikon peringatan 50 Tahun Hubungan Persahabatan Indonesia-Jepang pada 2008. Akan tetapi Lisa Halim memilih berkesan merendah atas keterpilihannya sebagai ikon Indonesia-Jepang tersebut. “Ah…, kebetulan saja, kebetulan tak ada penyanyi yang lahir dari pasangan Jepang-Indonesia”, ucap Lisa, sebagaimana dikutip dari harian Kompas. Dalam diri artis kelahiran 15 Februari 1985 ini memang mengalir darah campuran Indonesia-Jepang, yaitu Bugis dari sang ayah, serta darah Jepang dari si ibu. Sayangnya, Lisa yang sedari kecil tinggal di Jepang ini menganggap pengetahuannya tentang Indonesia masih terbilang minim. Hal itu barang kali terjadi karena sang ayah terlampau cepat dipanggil Sang Pencipta ketika Lisa masih duduk di bangku sekolah menengah. “Saya masih ingat cara ayah makan pakai tangan”, kenang Lisa. “Ketika ayah masih ada, yang saya ingat ia suka perabot kerajinan yang serba dari kayu”, tambahnya. Kenangan tentang sang ayah itulah yang kemudian menginspirasi Lisa untuk membuat lagu berjudul “Daddy”, yang juga sempat menjadi hits di tangga lagu Jepang. Awal perkenalan Lisa Halim dengan dunia musik terjadi ketika sang ibu membelikannya singel Whitney Houston (I will always love you) sebagai hadiah ultahnya yang ke-10. Semenjak itu kemampuan Lisa dalam menulis lirik dan mencipta lagu berkembang dengan pesat. Selepas dari sekolah menengah Tamagawa Seigakuin, untuk mengasah bakatnya, Lisa kemudian memutuskan belajar teknik vokal di Hajima Vocal Academy. Dari sekian banyak lagu yang telah ditelurkan Lisa, beberapa di antaranya bahkan sempat terpilih sebagai image song kejuaraan nasional surfing dan snowboard seluruh Jepang. Tak hanya itu, Lisa ternyata juga ditunjuk sebagai pembawa acara Snowboarding Yuki Joshi di Chukyo TV. Dua poin itulah yang kemudian melejitkan karir Lisa dalam belantara musik J-Pop. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)