Rombongan Presiden SBY di Kesennuma (dok.Tempo)

Rombongan Presiden SBY di Kesennuma (dok.Tempo)

Setidaknya hingga kini ada beberapa orang pejabat asing setingkat kepala negara yang telah menginjakkan kakinya di wilayah prefektur Miyagi, Jepang, pasca gempa dan tsunami dahyat yang menggulung kawasan itu pada 11/3/11. Adalah Julia Gillard, PM Australia, yang menjadi orang pertama dengan berkunjung ke Sendai, Miyagi , pada 23 April 2011. Berikutnya pada 21 Mei 2011, ada rombongan dua kepala negara yaitu: Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak; dan PM China, Wen Jiabao, yang bersamaan menyambangi Sendai. Dan pada 18 Mei 2011, giliran orang nomor satu Indonesia, Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), yang memilih mampir ke Kesennuma, Miyagi, sekaligus mencatatkan namanya sebagai kepala negara keempat yang berkunjung ke Miyagi pasca bencana.

Di hari terakhir dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya di Jepang, Presiden SBY memutuskan untuk berkunjung ke wilayah korban bencara di Miyagi, sebagai prefektur terparah terkena dampak gempa dan tsunami pada 11/3/11. Untuk sampai di prefektur Miyagi, dari Tokyo rombongan presiden Indonesia ini menggunakan kereta shinkansen dengan memakan waktu hampir 3 jam perjalanan. Sesampainya di Kesennuma, rombongan presiden meninjau beberapa tempat yang terlihat masih porak poranda, seperti di pelabuhan. Presiden SBY juga menyempatkan diri mampir ke salah satu tempat hunian pengungsi milik keluarga Suzuki. Kenapa memilih keluarga Suzuki? Ya, karena keluarga asli warga Jepang ini diketahui sebagai satu keluarga yang sangat menyukai budaya Bali. Keluarga Suzuki sebelumnya juga dikenal kerap kali mempromosikan budaya Bali kepada masyarakat Kesennuma. “Halo, selamat datang di rumah saya”, sapa Suzuki dalam Bahasa Indonesia yang canggung kepada para wartawan yang bertugas meliput kegiatan presiden di Jepang. “Keluarga ini menyatukan Jepang dan Indonesia dengan budaya Bali,” terang SBY selepas kunjungannya dari kediaman Suzuki.

Acara presiden kemudian dilanjutkan ke sebuah kamp pengungsian yang sebelumnya berfungsi sebagai gedung olahraga. Di ruangan yang mirip dengan aula ini, Presiden SBY bertatap muka langsung dengan para pengungsi dan pejabat setempat. Di kesempatan itu SBY menyerahkan bantuan sejumlah 2 juta dollar dari masyarakat Indonesia untuk para pengungsi di Kesennuma. Dalam pidatonya, walikota Kesennuma, Shigeru Sagawara, terlihat sempat terisak haru saat mengucapkan terimakasih di hadapan rombongan presiden. “Kami mengucapkan terimakasih atas semua bantuan dari Indonesia, bantuan ini bisa berguna untuk pemulihan kota kami”, ucap Sagawara, sebagaimana dikutip dari Detik. Selain bantuan 2 juta dollar, Ibu Negara Ani Yudhoyono juga membawa oleh-oleh lain untuk para anak-anak pengungsi. Hadiah itu adalah boneka dari kain batik dan alat musik angklung yang berjumlah 240 buah. Ibu Ani juga membawa surat dari anak-anak Aceh yang berisi dukungan semangat untuk teman-teman mereka di Jepang. (st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)