Pentas Seni Bali di Kishiki Jinja (dok:KJRI Osaka)

Pentas Seni Bali di Kishiki Jinja (dok:KJRI Osaka)

Hari itu 4/06/11, suasana halaman kuil Kishiki Jinja di Kishiwada, Osaka, nampak lain dari biasanya. Lebih dari 300 orang banyak terlihat berkerumun di salah satu kuil Shinto paling ternama di kota Kishiwada itu, yang kali ini sarat dengan aneka ragam aksesoris budaya Bali. Bahkan wakil walikota Kishiwada tak mau ketinggalan untuk turut hadir di tempat tersebut. Tak mengherankan memang, karena di hari itulah tengah digelar acara yang bertema “2011 Indonesia’s Bali Dance Festival in Kansai”.

Hingga penyelenggaraan event di awal bulan Juni 2011 ini, tercatat Kishiki Jinja telah menjadi tempat pementasan Festival Kesenian Bali di wilayah Kansai sebanyak tiga kali. Acara yang diawali dengan parade para penari dan pemain musik khas Bali tersebut, dibuka dengan sambutan dari Konsulat Jenderal RI di Osaka dan Ketua International Friendship Association of Kishiwada. Pada pentas seni Bali kali ini tercatat ada 4 sanggar tari Bali yang ikut bermain, dengan jumlah keseluruhan mencapai 27 orang penari dan pemain musik tradisional Bali. Di samping menikmati keindahan seni tari Bali, para pengunjung juga turut dimanjakan dengan kehadiran beberapa stand yang menyediakan aneka macam aksesoris dan makanan khas Indonesia.

Pentas seni di wilayah Kansai ini terselenggara berkat kerjasama KJRI Osaka, Kishiki Jinja, International Friendship Association of Kishiwada, dan Kan I Ren (Asosiasi Persahabatan Jepang-Indonesia di wilayah Kansai). Kansai merupakan sebuah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut wilayah Jepang di bagian barat Honshu. Kansai terdiri dari sembilan prefektur, yaitu: Fukui, Shiga, Mie, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tokushima, dan Wakayama.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)