Wayang Kyokai

Wayang Kyokai

Bagi yang senang menikmati pertunjukan wayang yang masih kental dengan segala kemurniannya, pertunjukan Wayang Purwa asli Jawa adalah sebuah jawaban tepat. Namun, bagi beberapa orang yang lebih menyukai campur tangan modernitas dalam seni pertunjukan wayang, kehadiran karya adaptasi wayang dari Jepang yang disebut Wayang Kyokai, mungkin layak untuk turut diperhitungkan. Ryoh Matsumoto, pencipta Wayang Kyokai, menganggap bahwa wayang ciptaannya itu merupakan reinkarnasi dan pengembangan dari Wayang Purwa.

Matsumoto pertama kali mengenal wayang sejak kedatangannya ke Indonesia sebagai turis pada 1968. Sejak pertama kali mengenal dan menyaksikan pertunjukan Wayang Purwa di Indonesia, Matsumoto yang kini juga berprofesi sebagai dalang itu mengaku langsung jatuh hati. Maka sekembalinya ke Tokyo, Matsumoto memutuskan untuk memburu segala informasi dan mempelajari beraneka ragam wayang yang ada di Jawa. “Wayang ini memang lahir dari ketertarikan saya ketika melihat pertunjukan wayang di Indonesia”, kata Matsumoto.

Ketertarikannya pada seni pertunjukan wayang itulah yang lantas membuat Matsumoto dengan tekun mempelajari wayang selama 42 tahun. Kala itu, Matsumoto juga sempat berguru pada salah seorang dalang papan atas, Ki Nartosabdo, dan seniman wayang asal Jogjakarta, Ki Sukasman. Bersama mereka berdualah Matsumoto menyerap ilmu perwayangan dan bertukar pikiran untuk menciptakan pengembangan seni pertunjukan wayang, hingga akhirnya Matsumoto sukses menciptakan Wayang Kyokai yang bernuansa modern dan bercita-rasa Jepang. “Sejak 1968, kali pertama saya mengenal wayang, sedikit demi sedikit saya coba terjemahkan hingga menjadi seperti ini,” ujar Matsumoto, sebagaimana dikutip dari Suara Merdeka. Pementasan Wayang Kyokai Jepang (Nihon Wayang Kyokai) tidak memakai gamelan tapi instrumen musik elektronik, cata pencahayaan yang modern dan artistik, menampilkan penari di belakang dan depan layar, serta di beberapa kesempatan juga memasukkan karakter tokoh dari cerita rakyat Jepang.

Hingga kini Matsumoto yang berprofesi sebagai dalang wayang ini telah berkali-kali menggelar pertunjukan seni wayang di berbagai tempat di Indonesia. Bahkan pada Kongres Pewayangan 2005 yang digelar di Hotel Inna Garuda Jogjakarta, Matsumoto diberi kesempatan untuk mementaskan Wayang Kyokai hasil ciptaannya. Dan baru-baru ini pada 4/07/11, Matsumoto menampilkan pertunjukan Wayang Kyokai di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, sebagai wujud terimakasih Matsumoto terhadap aneka bantuan warga Indonesia kepada Jepang pasca gempa dan tsunami 11/03/11.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)