Pengunjung Festival Film Indonesia di Osaka (dok:KJRI Osaka)

Pengunjung Festival Film Indonesia di Osaka (dok:KJRI Osaka)

Hari itu 16-18/07/11, warga Osaka dan sekitarnya yang memiliki ketertarikan terhadap Indonesia serta warga umum lain, nampak berbondong-bondong menyesaki Cinemart Shinsaibashi Osaka. Mereka rela mengantre dengan tertib untuk masuk di sebuah bioskop di gedung BIGSTEP lantai 4, Shinsaibashi, Osaka. Mereka ini rela berjerih-payah memburu tempat untuk dapat menyaksikan gelaran Festival Film Indonesia 2011 yang memang hanya menyediakan tempat yang terbatas bagi para pengunjungnya.

Festival Film Indonesia adalah sebuah event yang terselenggara dari buah kerjasama antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) OSAKA, bersama: maskapai Garuda Indonesia, Miles Films, Christine Hakim Film, Eka Praya Tata Cipta, dan Imaginarium Entertainment. Untuk pihak Jepang dijalin kerjasama dengan Iwanami Hall, Japan Cinema Community Center, Eden Entertainment, dan NHK. Tak mengherankan memang jika kemudian gelaran FFI mendapat sambutan positif dari para pengunjung, selain kerena diselenggarakan bertetapan dengan masa libur, FFI 2011 juga tidak menarik biaya sepeserpun dari pengunjung alias gratis.

Film-film yang diputar dalam festival ini memang dapat dikatakan sebagai film Indonesia produksi lama, yaitu di era akhir 90-an sampai awal 2000-an. Namun panitia juga memastikan bahwa deretan film yang diputar adalah film yang pernah memenangkan penghargaan internasional serta dilengkapi dengan teks terjemahan bahasa Jepang yang lumayan baik. Hari pertama festival 16/07/11 menampilkan “Langitku Rumahku” dan “Daun di Atas Bantal”. Hari kedua 17/07/11 memutar “Garasi” dan “Euphoria”. Dan sebagai pamungkas atau di hari terakhir menyuguhkan “Ada Apa Dengan Cinta” dan “Pasir Berbisik”.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)