BNI Tower di Jakarta (dok:AsiaFinest)

BNI Tower di Jakarta (dok:AsiaFinest)

Pertumbuhan ekonomi suatu negara hanya dapat dirasakan dan terlihat secara kasat mata ketika sektor riil di kawasan tersebut dapat tumbuh dengan baik. Dengan berpatokan pada pengertian itulah kemudian PT Bank Negara Indonesia (BNI) menggaet Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk bersama-sama memberikan dukungan kredit modal bagi para pengusaha industri kecil dan menengah sebagai penggerak roda sektor riil dalam perekonomian masyarakat Indonesia.

Gelagat terciptanya koalisi antara BNI dan JBIC tercium ketika Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengumumkan di Jakarta pada 25/07/11, bahwa tak lama lagi BNI akan menjalin kerjasama dengan JBIC dalam bidang permodalan industri kecil dan menengah. “Dalamwaktu dekat, BNI akan menandatangani MoU dengan JBIC mengenai pemberian pinjaman kepada industri dalam negeri dan UMKM Jepang serta pembiayaan investor Jepang”, terang Suwondo, sebagaimana dikutip dari OkeZone.

Memang dari penjelasan sang Dirut BNI di atas disebutkan bahwa program pemodalan ini tidak hanya dikhususkan untuk para pengusaha Indonesia saja, namun dana modal juga dapat diberikan kepada para pengusaha industri kecil dan menengah dari Jepang yang hendak berekspansi atau melebarkan sayapnya ke Indonesia. Terlepas dari hal itu, yang paling penting di sini adalah bagaimana perkembangan iklim usaha di Indonesia dapat terus ditingkatkan, karena hal itulah yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, Gatot M Suwondo juga menekankan bahwa dalam pelaksanaannya kelak, program ini tetap akan memprioritaskan kepada industri kecil dan menengah dari Indonesia.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)