Moda Transportasi di Tokyo

Moda Transportasi di Tokyo

Indonesia adalah satu dari sedikit negara yang masih dapat mencetak pertumbuhan ekonomi yang lumayan baik ketika dunia tengah mengalami resesi global pada 2009/2010 yang lalu. Bahkan hingga kini tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap nampak berkilauan di mata investor asing, tatkala banyak negara Eropa dan Amerika masih sibuk berkutat dalam perbaikan ekonomi. Namun sayang, momentum yang tepat bagi laju perekonomian Indonesia ini terhalang oleh banyak hal, dan salah satunya adalah sarana transportasi yang teramat buruk.

Berbekal semangat dan tujuan itulah kemudian Kementrian Perhubungan RI mengirim Wakil Menhub RI, Bambang Susantono beserta rombongannya, ke Jepang untuk berburu investor proyek transportasi yang ada di Indonesia. Pertemuan antara Wakil Menhub RI dan Jepang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu 28-29/07/11. Susantono menjelaskan bahwa pertemuan penjajakan investor Jepang terhadap proyek transportasi di Indonesia ini merupakan kelanjutan dari pertemuan dua pihak sebelumnya di Bali.

Dalam kunjungannya ke Jepang kali ini, rombongan Wakil Menhub RI juga diajak untuk meninjau  dan berkeliling di bandara Narita, Tokyo Port, dan Tokyo Gate Bridge. Rombongan juga menyaksikan bahwa rangkaian moda transportasi yang digunakan oleh Jepang memang telah terintegrasi dengan baik. Bambang Susanto memang berharap agar aktivitasnya di Tokyo selama beberapa hari ini dapat sukses membawa investor Jepang yang mau mananamkan uangnya untuk pembangunan moda transpotasi di Indonesia. Meskipun  aktivitas Kementerian Perhubungan RI dalam mencari investor Jepang memang terbilang cukup gigih, namun hal ini tak kemudian lantas menutup para investor asing dari negara lain. “Kami membawa delegasi ke Jepang untuk melihat sejauh mana minat mereka atas peluang yang ada di sektor transportasi, namun bukan berarti kami akan menghalangi peminat dari negara lain”, jelas Bambang Susanto.

Turut serta dalam rombongan Wakil Menhub RI ke Jepang kali ini adalah: Santoso Eddy Wibowo, sebagai Kepala Biro Perencanaan; Bambang Tjahyono, sebagai Direktur bandar Udara; Kemal Heriyandri, sebagai Direktur Pelabuhan dan Pengerukan; serta beberapa pejabat pemerintahan bidang transportasi yang lain.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)