Kantor Kementrian Luarnegeri Jepang

Kantor Kementrian Luarnegeri Jepang

Dari 68 individu dan 30 organisasi yang tahun ini (2011) mendapat penghargaan dari Kementrian Luarnegeri Jepang, ternyata ada dua organisasi asal Indonesia yang termasuk di dalamnya. Mereka adalah PPIM (Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat) dan SSEAYP Indonesia (Ship for South East Asia Youth Program), yang mendapat penghargaan dari Kemenlu Jepang pada 28/07/11. Dua lembaga Indonesia tersebut dianggap telah aktif menyelenggarakan berbagai bentuk program kegiatan untuk mempererat hubungan Jepang-Indonesia.

SSEAYP Indonesia adalah sebuah program pertukaran pelajar dan pemuda dari negara-negara anggota ASEAN dengan Jepang. Proses pertukan pemuda dan pelajar ini mulai dirintis sejak 1974. SSEAYP Indonesia berjalan atas koordinasi dua belah pihak yaitu dari Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga RI dengan pihak Jepang. Yang menarik, secara umum kegiatan dari SSEAYP berlangsung di atas kapal yang berlayar menyusuri beberapa negara untuk disinggahi. Dari tahun 1974-2008 kegiatan ini menggunakan kapal Jepang bernama M.S.Nippon Maru, namun mulai 2009 sampai sekarang berganti dengan kapal M.S.Fuji Maru.

Penerima penghargaan berikutnya adalah PPIM, sebuah lembaga Islam di Indonesia yang rutin mengkaji berbagai hal tentang Islam. Penganugerahan penghargaan dari Kemenlu Jepang ini ternyata memiliki catatan tersendiri bagi PPIM, yaitu sebagai lembaga Islam pertama dari Indonesia yang menerima penghargaan langsung dari Kemenlu Jepang. Hubungan kerjasama antara PPIM dan Jepang mulai terjalin sejak 2002, di mana pada waktu itu PPIM pertama kali mengirimkan para ulama, santri, dan uztadnya dapat merasakan bagaimana menjalani kehidupan selama dua minggu di dalam masyarakat non-muslim. Program ini tentunya akan menambah pengalaman para anggota PPIM dan makin memupuk rasa toleransi antar umat beragama dalam diri mereka masing-masing. Sampai tahun ini PPIM secara rutin terus menjalankan program ini, dengan jumlah peserta rata-rata 12 sampai 15 orang. Lewat penghargaan dari Kemenlu Jepang tersebut, PPIM bertekat untuk terus meningkatkan kerjasama mereka dengan Jepang. Bahkan dalam waktu dekat ini PPIM berencana untuk mendirikan Japan Corner, sebuah lembaga khusus studi tentang Jepang  di UIN (Universitas Islam Negeri).(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)