Dumai (Foto:AT)

Pelabuhan Dumai

Posisi geografis Indonesia sungguh sangat strategis, karena berada tepat di jalur perdagangan laut yang menghubungkan antara Asia Timur dengan kawasan lain. Namun hal itu terbalik seratus delapan puluh derajat dengan infrastruktur pelabuhan dan teknologi pelayaran yang dimiliki Indonesia untuk mengamankan jalur penting di wilayahnya. Hal inilah yang kemudian menarik Jepang untuk menggelontorkan hibah senilai 2.08 milyar yen demi mengoptimalkan kelengkapan keamanan dan radar pemantau di berbagai pelabuhan Indonesia.

Untuk meningkatkan kewaspadaan wilayah laut Indonesia ini, pemerintah Jepang menghibahkan empat buah VTS (Vessel Traffic System). VTS adalah semacam stasiun pemantau yang dilengkapi dengan peralatan lengkap ditambah radar pemantau yang secara terus-menerus memindai seluruh lalu-lintas transportasi laut. Terhitung telah ada empat buah VTS dari hibah Jepang yang telah mulai dapat beroperasi pada Agustus 2011 ini, yaitu: di Pulau Karimun, Pulau Takong Kecil, Pulau Batam, dan Pulau Bintan.

Sedangkan acara serah terima bantuan secara simbolik itu sendiri dilangsungkan di Kantor Kementrian Perhubungan RI di Jakarta (16/08/11), yang diwakili oleh Dubes Jepang Yoshinori Katori, bersama Menteri Perhubungan RI Freddy Numberi. Pada kesempatan tersebut, selain mengungkapkan rasa terimakasihnya, Freddy Numberi juga mengungkapkan bahwa bantuan bidang pelayaran sangat penting bagi Indonesia. “Sangat tepat jika pemerintah Jepang membantu Indonesia. Terutama untuk jangka panjang, di mana ada traffic system control, karena keamanan merupakan faktor penting dalam pelayaran”, jelas Numberi, sebagaimana dikutip dari Detik.

Selain empat pelabuhan di atas, ada delapan pelabuhan lain di seluruh Indonesia yang juga mendapat jatah alokasi hibah dari Jepang ini, yaitu pelabuhan: Belawan, Dumai, Teluk Bayur, Tanjung Pinang, Pontianak, Makassar, Benoa, dan Palembang. Kedelapan pelabuhan yang terakhir itu mendapat tambahan perlengkapan keamanan berupa: CCTV, sistem penerangan, X-ray, metal detektor, dan emergency power generator.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)