Program bantuan “G to G” atau Government to Government antara pemerintah Jepang dan Indonesia selama ini telah berlangsung dengan cukup memuaskan, baik bantuan dari Jepang ke Indonesia maupun sebaliknya. Dari beberapa bidang bantuan dari Jepang ke Indonesia yang telah berlangsung secara berkesinambungan, salah satunya adalah bantuan pemancar radio dan bidang penyiaran yang telah berlangsung sejak 1970-an.

Sejarah bantuan bidang penyiaran dan pemancar radio dari pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia dimulai dari era 1970-an. Ketika itu pemerintah Jepang memberikan kontribusi berupa pembangunan stasiun radio AM dan FM, untuk menyukseskan program pembangunan yang kala itu tengah giat digalakkan oleh pemerintah Orde Baru. Pada periode itu pula, pemerintah Jepang juga ikut berperan dalam teknologi penyiaran televisi nasional yang mulai merambah ke beberapa wilayah perkotaan di Indonesia. Hampir satu dekade berikutnya, yaitu pada 1982, Jepang membantu pemerintah Indonesia untuk mendirikan Multi Media Training Centre (MMTC) di Yogyakarta. Keberadaan MMTC bertujuan untuk memproduksi sumber daya manusia dengan skill yang mumpuni dalam bidang penyiaran. Hingga kini setidaknya MMTC telah berhasil meluluskan lebih dari 2.700 orang yang siap dan telah berkiprah dalam dunia penyiaran.

Dan sebagai wujud komitmen pemerintah Jepang untuk terus mendukung kemajuan bidang penyiaran serta teknologi komunikasi, pada Juli 2007 telah ditandatangani kesepakatan bantuan hibah dari Jepang kepada pemerintah Indonesia sejumlah 357 juta yen. Bantuan tersebut dialokasikan untuk penyediaan fasilitas stasiun pemancar radio gelombang AM khusus untuk beberapa daerah terpencil di Indonesia. Salah satu pemancar radio tersebut berhasil diselesaikan dan diresmikan dua tahun setelahnya yaitu pada 25/06/09 di kabupaten Tarakan, Kalimantan Timur. Sebagaimana dikutip dari press release Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, pada upacara peresmian tersebut juga dilakukan teleconference antara stasiun radio di Tarakan dengan dua stasiun radio lain, yaitu: Tolitoli (Sulawesi Tengah) dan Sintang (Kalimantan Barat).(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)

Iklan