Karuta

Karuta

Tingkat kebersihan pulau dewata, Bali, yang dirasa makin menurun memunculkan keprihatinan para ekspatriat Jepang yang tinggal di pulau wisata Indonesia yang cukup tenar di dunia itu. Perkumpulan ekspatriat Jepang itu pun lantas putar otak untuk mengatasi masalah ini, hingga muncul sebuah ide untuk menggugah semangat anak-anak Bali agar mereka peduli terhadap lingkungannya lewat sebuah permainan Jepang yang bernama Karuta.

Menurut Masamitsu Ishibashi, seorang koordinator gerakan “Clean Up! Bali” yang digawangi oleh para ekspatriat jepang, permainan Karuta bertema lingkungan memang sengaja lebih ditujukan untuk anak-anak, karena mereka adalah pemegang kunci masa depan Bali. “Kami senang bila pengertian tentang lingkungan bisa masuk ke dalam hati anak-anak dengan cara bermain kartu, sehingga akhirnya menjadi langkah awal bagi mereka untuk turut memikirkan masalah lingkungan”, terang Ishibashi, sebagaimana dikutip dari Antara. Menurut Ishibashi, banyak ekspatriat Jepang yang cukup menyesalkan tingkat kebersihan Bali dewasa ini. “Bali itu cantik, tapi akhir-akhir ini ada banyak sampah. Bali tidak boleh begitu”, ujarnya bersemangat.

Karuta adalah permainan kartu khas Jepang yang biasa dimainkan anak-anak di Negeri Sakura. Namun untuk menanamkan pemahaman cinta lingkungan, maka permainan Karuta yang diajarkan untuk anak-anak Bali ini lebih menitikberatkan para unsur lingkungan hidup. Sebagaimana diterangkan oleh Ishibashi, dalam permainan ini, para peserta yang berjumlah lebih dari satu diminta untuk menebak dan mengambil sebuah kartu bergambar yang menunjukkan sebuah cerita sesuai dengan kata kunci yang diberikan. Peserta yang memiliki kartu terbanyak dan tepat, akan muncul sebagai pemenangnya.

Setelah bergerilya dan mengenalkan permainan Karuta di berbagai sekolah selama beberapa tahun yang lalu, maka pada hari Minggu 7/08/11, gerakan “Clean Up! Bali” menggelar secara perdana permainan Karuta secara umum di Mall Bali Galeria, Kuta. “Sudah ada 12 sekolah yang kita datangi dan ajarkan permainan Karuta, yakni di Denpasar dan Ubud”, ungkap Ishibashi.

Sejarah permainan Karuta di Jepang dimulai sejak negeri itu memasuki zaman Heian, ketika itu permainan dilakukan dengan cara mencocokkan cangkang kerang. Seiring berjalannya waktu, media permainan ini kemudian berubah dengan memakai kartu. Hingga kini Karuta identik dengan permainan tradisional anak-anak Jepang yang kerap dimainkan untuk memperingati tahun baru Jepang.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)

Iklan