PM Shinzo Abe dan Presiden SBY (dokfoto: Detik)

PM Shinzo Abe dan Presiden SBY (dokfoto: Detik)

Pasca terpilih kembali menjadi Perdana Menteri Jepang pada 26/12/2012, Shinzo Abe memilih tiga negara ASEAN sebagai kunjungan kenegaraannya yang perdana. Ketiga anggota ASEAN yang secara khusus dituju oleh pria yang juga sempat menjabat PM Jepang pada 2006-2007 lalu itu adalah Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Kunjungan Abe ke beberapa negara ASEAN ini oleh beberapa pihak diterjemahkan sebagai reaksi Jepang yang tengah berupaya mengimbangi pengaruh China yang makin membesar di wilayah ini. Di samping itu dewasa ini hubungan bilateral Jepang-China juga lumayan memanas akibat kasus sengketa pulau.

Namun Shinzo Abe yang tiba di Jakarta pada 18/01/2013, setelah sebelumnya mampir di Vietnam dan Thailand, sepertinya tidak datang di waktu yang tepat. Karena dalam waktu yang hampir bersamaan, Indonesia dan Jepang tengah menghadapi masalah pelik mereka masing-masing. Ketika Abe datang, Jakarta sebagai ibu kota Indonesia tengah menghadapi bencana banjir yang cukup dahsyat dan telah melumpuhkan kota ini. Sedangkan pihak Jepang sendiri juga mendapat masalah baru, setelah Abe menerima kabar bahwa beberapa orang warganya tengah menjadi sandera para teroris di Aljazair. Hingga memaksa Abe untuk mempersingkat kunjungannya di Indonesia menjadi hanya sehari saja.

Dalam kunjungan singkatnya di Indonesia, Shinzo Abe menekankan akan pentingnya membina hubungan baik antara Jepang dan Indonesia di segala bidang. Abe juga menyoroti kerjasama Jepang-Indonesia dalam proyek raksasa Metropolitan Priority Area (MPA) yang bernilai Rp 410 trilyun. Ia juga tak lupa menyinggung soal banjir di Jakarta dan kesanggupan Jepang untuk membantu proses pemulihan. “Saya sampaikan rasa simpati atas musibah bencana alam banjir yang melanda Jakarta. Jepang akan sepenuhnya membantu proses rekonstruksi dan perbaikan yang akan dilakukan setelah banjir,” ujar Abe, sebagaimana dikutip dari Antara.

Sedangkan di kesempatan yang terpisah, Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa menyampaikan bahwa Presiden SBY sangat memahami keputusan Abe untuk mempercepat agenda kunjungannya di Indonesia. Marty juga menyampaikan sikap pemerintah Indonesia yang sangat prihatin atas peristiwa penyanderaan warga Jepang di Aljazair, seraya berharap agar para sandera lekas dibebaskan.(st)

(Oryza Aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)

Iklan