Siapa sangka jika salah satu dari empat universitas swasta papan atas di kawasan Kansai, Jepang, yaitu Kwansei Gakuin University, ternyata telah menjalin hubungan akrab selama puluhan tahun dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Indonesia. Bahkan dari keterangan yang dirilis oleh situs resmi Kwansei Gakuin mengatakan bahwa hubungan sister university dengan UKSW lewat program EASE (East Asia Student Encounter) tercatat sebagai program internasional dengan sejarah terpanjang yang pernah dimiliki oleh Kwansei Gakuin.

EASE sendiri adalah sebuah rangkaian kegiatan berupa seminar dan semacamnya yang digelar secara rutin pada musim panas dengan mempertemukan para mahasiswa terpilih dari kedua universitas. Kegiatan yang pada umumnya memakan waktu sekitar dua minggu ini sebenarnya telah mulai terselenggara sejak pertengahan tahun 1976 hingga sekarang, dengan tempat penyelenggaraan secara bergantian antara Jepang dan Indonesia.

Peserta EASE (dok foto: Kwansei Gakuin)

Peserta EASE (dok foto: Kwansei Gakuin)

Lewat pemilihan variasi tema yang terus berubah di setiap tahun penyelenggaraan EASE, maka selain dimaksudkan agar kedua kelompok mahasiswa dari kedua negara ini dapat menjalin hubungan persahabatan yang baik, mereka juga diajak untuk mengkaji berbagai persoalan secara lebih detail untuk kawasan regional Asia Pasifik dan dunia secara keseluruhan. Diharapkan dengan keikutsertaan di program ini, para mahasiswa dapat memiliki bekal wawasan yang cukup sebagai calon para pemimpin yang bertanggung jawab bagi negara mereka masing-masing.

Tahun ini, program EASE 2011 digelar mulai 9-20/08/11, dengan pihak Indonesia sebagai tuan rumah. Untuk tema EASE 2011 itu sendiri adalah “Developing Potential for a Better Future”. Pada event tahun ini para peserta diajak berkeliling mengunjungi aneka macam Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Salatiga dan Bali. Beberapa tempat UKM yang disinggahi para peserta di antaranya adalah: Brem Dewi Sri Bali, Jamu Nyonya Meneer, UKM produk tempe di Salatiga, dan Batik Danar Hadi. Tak ketinggalan, di sela-sela event tahun ini juga disisipi dengan acara Memorial of Tohoku, sebagai ungkapan belasungkawa terhadap bencana tsunami Jepang pada Maret 2011 silam.

Sebagai tambahan, hubungan baik yang terjalin antara UKSW dan Kwansei Gakuin ternyata tidak hanya terwujud pada program EASE semata, karena pada November 2010, UKSW pun pernah menganugerahkan gelar honoris causa bidang humaniora kepada Prof Kazuo Hiramatsu, salah seorang Guru Besar Kwansei Gakuin. Selain dikenal sebagai seorang yang memiliki dedikasi sangat tinggi dalam bidang pendidikan dan banyak berperan dalam mempererat hubungan Indonesia-Jepang, Prof Kazuo Hiramatsu juga dikenal sebagai seorang yang mendukung penuh terselenggaranya program EASE.(st)

(oryza aditama / http://www.saudaratua.wordpress.com)

Iklan